DONT JUDGE SOMEONE BEFORE YOU GET KNOW HIM

Senin, 06 Februari 2012

Tgl 6 Februari 2008 " Hari Kelabu "

ImageYa...gw menyebutnya hari itu adalah hari kelabu bagi gw dan mayoritas bagi pendukung Persija. dimana pada hari tersebut adalah hari semifinal Liga Indonesia 2007. memang Liga yang aneh dan liga yang terpanjang di dunia. untuk menyaksikan 1 musim kompetisi harus dijalani selama 1 tahun full. mulai dari tgl 10 Februari 2007 - 10 februari 2008. itulah bobroknya sistem kompetisi Liga Indonesia yang di urus oleh induk organisasi yg bernama PSSI.
Lagi..lagi Persija gagal mencapai final, karena harus kembali di hempaskan oleh lawannya, dalam hal ini adalah Sriwijaya FC dengan skor 1-0. sama dengan hasil yang diperoleh pada COPA, dimana Persija harus dihempaskan oleh Persipura dengan skor 3-2. dan itu terjadi di GBK dimana sebenarnya Persija banyak diuntungkan, dikarenakan bermain di hadapan publik nya sendiri. Namun beban Mental dan Tekanan " HARUS MENANG" yang dialami skuad Persija sepertinya menjadi bumerang bagi skuad Persija itu sendiri. Persija bermain sangat tidak lepas, kehilangan daya kreatifnya, terburu-buru, dan yang lainnya.

Hari yang kelabu itu tidak hanya sebatas itu saja, KEMBALI..persepakbolaan Indonesia merenggut nyawa salah seorang supporter Persija yang bernama Fathul M (27th). Alm Fathul yang berencana ingin menyaksikan tim idolanya..yaitu Persija harus mengakhiri nyawanya di area GBK dikarenakan pengeroyokan yang di lakukan oleh oknum-oknum supporter Persipura (Persipura Mania atau The Commend's). Why..kenapa...? mungkin itulah pertanyaan yang ada di benak kita. padahal semifinal yang berlangsung kemarin itu tidak mempertemukan  Persipura vs Persija, melainkan Persipura vs PSMS Medan dan Persija vs Sriwijaya  FC. kenapa yang bentrok malah supporter Persipura vs Persija..? Pasti ada sebab akibat nya..jika kita harus berpikir yang arif.

Kebetulan, gw melihat langsung pertandingan Persipura vs PSMS medan, dan saat itu gw melihat ...mayoritas pendukung Persija (The Jak) mendukung PSMS Medan bersama Kampak & Smeck. mungkin karena history tentang Persipura, bahwa langkah Persija sering gagal jika bertemu dengan Persipura (jadi inget Final Liga Indonesia 2005 dan Semi Final Copa Indonesia 2007...Persija selalu kalah dari Persipura...dan sempat terjadi kerusuhan diantara kedua supporter nya). nah itulah yang membuat gw maklum, bahwa mayoritas pendukung Persija lebih mendukung PSMS Medan, namun yang sangat gw sayangkan adalah dukungan kepada PSMS Medan tidak hanya sebatas itu saja, tetapi terlihat di tribun atas dari pendukung Persipura, supporter yg berwarna oren mulai melempari benda2 kearah supporter Persipura ( saya tidak perduli..itu the jak resmi, ato the jak liar, ato sebatas simpatisan Persija saja ) tapi bagi saya saat itu...adalah suatu perbuatan yang memalukan dan tidak menghargai supporter tamu (dalam hal ini adalah persipura mania/the commend's).
Dan akhirnya Pendukung Persipura tersebut terlihat sangat marah sekali, sadar kalo di stadion jumlah mereka kalah banyak ... akhirnya mereka segera lari keluar. Mereka sudah kalah dalam pertandingan, mengakibatkan hati mereka menjadi sedih...ditambah lagi ada beberapa Supporter Persija yang ikut menambah runyam persoalan dengan cara melempar-lempar benda (botol minuman) kearah supporter Persipura, makin meledaklah emosi mereka..dan itu saya sangat maklum.
Namun, ternyata terjadi hal yang diluar dugaan gw. Supporter Persipura itu mengamuk di luar stadion GBK dan mencari-cari orang2 yang menggunakan atribut Persija/Oren'. dan naas bagi sdr. fathul M yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya menjadi sasaran amukan kemarahan dari supporter Persipura tersebut. jelas dalam hal ini...kondisi supporter persipura jumlah nya jauh lebih banyak dari The Jak/Supporter Persija karena mayoritas pendukung Persija tsb sudah masuk kedalam stadion GBK. dan meninggal lah sdr. Fathul M dalam tragedi pengeroyokan tersebut.
Dalam hal ini saya akan bersikap obyektif...saya akan menyalahkan beberapa pihak, diantaranya :

1. Panpel Pertandingan : kenapa anda membiarkan ribuan anggota The Jak/Supporter Persija berada di atas tribun Persipura Mania ? Kenapa anda membiarkan pedagang minuman bebas berkeliaran ?

2. Pihak Kepolisian / Aparat Keamanan : Saya melihat sendiri di tayang televisi bagaimana anda, tidak bisa berbuat maksimal ? Saat pendukung Persipura mulai melakukan tindakan brutal terhadap beberapa anak-anak The Jak ataupun orang2 yang menggunakan atribut Oren..kalian hanya diam saja,  tapi anda sangat sigap sekali menembakkan gas air mata ke arah supporter Persija , jika mereka melakukan tindakan anarkis. Diskriminasi sekali..kalian!

3. Supporter Persipura : Seharusnya kalian bisa menahan diri, apalagi kalian berada di kandang orang. teror, lemparan botol serta cacian seharusnya anda sudah bisa mengantisipasinya, karena anda ada di dalam lingkungan Sepakbola Indonesia (yg masih mengandalkan OTOT ketimbang OTAK). kalian membalas perlakuan The Jak/Supporter Persija dengan cara yang anarkis pula, dengan cara yang brutal pula, itu menandakan..ANDA sama bodohnya dengan prilaku anak-anak The Jak/Supporter Persija yang brutal. Biasakan sowan dulu kepada suporter tuan rumah, biasakan koordinasi, sehingga anda akan mendapat kawalan dari kami sebagai tuan rumah. Anda dapat melihat suporter PSMS & Sriwijaya yang telah kami jamu meskipun tidak sepenuhnya sempurna.

4. The Jak resmi / The Jak Liar / Supporter Persija : saya tidak perduli..yang melakukan lemparan ke arah supporter persipura, mau itu the jak resmi/the jak liar ato hanya simpatisan saja...bagi saya....SAMA AJA', ngga usah cari pembenaran...!!! akibat kelakukan kalian yang memancing emosi supporter Persipura, salah satu rekan kita (Fathul M) yg memang benar2 ingin nonton bola ..TIDAK SEPERTI KALIAN..!! harus kehilangan nyawanya..akibat kebodohan..dan kearoganan kalian...!!! dimana kalian saat rekan kita di keroyok di luar stadion....!!!!!! kalian yang bikin ulah di dalem stadion, tapi rekan kita yg diluar stadion yang malah kena musibahnya...!!!

5. Pengurus The Jak Mania : semestinya anda proaktif dengan menempatkan koordinator lapangan di tribun atas yang dibawahnya terdapat suporter lawan. Sebagai pengurus..lebih harus bisa berinstrospeksi diri...jangan hanya menyalahkan atau menuntut kepada pihak lain saja. satu hal menjadi catatan saya : The Jak dulu sedikit tapi memiliki Kualitas dan Kesadaran Etika menjadi SUPPORTER cukup tinggi. beda dengan sekarang...Kuantitas banyak..Kualitas...MiniM.

6. PSSI : nah buat PSSI yang Djancook....anda liat sendiri kan dengan sistem kompetisi yang anda buat...pagelaran 8 besar, semi final dan final...hanya akan mendatangkan emosi yang tinggi dari seluruh insan pecinta sepakbola. berbeda jika Liga di buat dengan cara 1 wilayah. Tingkat intensitas kerusuhan pasti akan sedikit berkurang.

Dan..yang terpenting..kini saat nya berpikir untuk kedepan..jangan hanya Dendam yang di gede-2in, DENDAM hanya akan menimbulkan masalah baru....!!

Gw ikhlas...jika harus kehilangan HP gw saat itu..( HP yg bener2 gw sayangin )...dimana2 copet selalu beraksi...kita jgn hanya menyalahkan si pencopet, tapi kita juga harus sadar diri...masih teledor kah kita ? ya..gw akuin gw teledor...

Tapi gw ngga ikhlas...jika kepergian Alm.Fathul M..harus menimbulkan fathul..fathul yang lain..dikarenakan DENDAM PERMUSUHAN...!!!!

So berpikir jernih dalam bertindak..., jika ingin di hargai..kita pun harus bisa menghargai orang lain.

Salam...

Dari Sebatas Supporter Persija Biasa
sumber : jakmania.org

SINETRON VERSI PSSI !!!

Mungkin judul artikel ini sangat pas untuk organisasi sepakbola kita saat ini. Organisasi sepakbola negeri ini sangat merindukan pemimipin yang mengerti akan bagaimana kepentingan sepakbola dan para pecinta sepakbola di Negeri ini untuk mendapatkan prestasi yang bagus dan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, bukan memikirkan kepentingan pribadi. Begitu banyak kongres luar biasa yang telah dilakukan PSSI namun hasilnya tidak seperti namanya yang luar biasa, tetapi yang dihasilkan orang-orang yang memimpin PSSI adalah pemimpin yang berpendidikan di sekolah luar biasa, begitulah organisasi yang katanya mempunyai aturan-aturan dan pasal-pasal yang mereka sering sebut dengan statuta PSSI, namun aturan yang mereka buat tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, bahkan lebih gilanya lagi statuta FIFA yang merupakan induk persatuan sepakbola dunia pun mereka bantai habis dengan melanggarnya, masih menjadi pengurus organisasi kecil saja sudah bikin ulah, apalagi mereka menjabat menjadi pengurus FIFA, habislah sepakbola dunia ini dan yang ada hanya tinggal kenangan saja. Namun, apapun yang terjadi kami tetap janji dan selalu membuktikan mendukung bola Negeri ini, politik berkelahi saling caci maki, bagi kami FOOTBALL FOR UNITY!.


Berbicara tentang PSSI mungkin tidak ada habisnya, bahkan bila menjadi film atau sinetron, film ini akan mengalahkan sinetron-sinetron yang sudah ada di stasiun televesi. Hampir setiap hari, tidak megenal waktu, mau siang ataupun malam, media massa selalu memberitakan yang bertema dengan masalah PSSI. Masih ingat dalam ingatan kita, kekisruhan dan ketidakadilan terjadi dalam PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid, para pengurus PSSI langsung menjadi selebritis dadakan yang dimuat di koran sobek dan televesi rusak, dan yang menjadi aktor dan aktris utamanya adalah Nurdin Halid dan Nugraha Besoes. Sebenarnya apa yang mereka cari di PSSI? Apakah mencari uang demi sesuap nasi? Apakah ingin menjadi orang terkenal? Atau bahkan mereka hanya mencari ribut dengan orang-orang militan (SUPPORTER) di Negeri ini? Bukan begitu caranya bapak-bapak yang berintelektual dari Somalia.

Seketika itu juga para Supporter sepakbola seluruh Indonesia bersatu untuk menghentikan perbuatan yang dapat merugikan sepakbola. Semua supporter dari Sabang sampai Merauke, dari orang yang tidak tahu apa-apa tentang sepakbola dan yang tahu sepakbola meneriakkan hal yang sama, berbaur menjadi satu hati satu jiwa dan satu suara yaitu REVOLUSI PSSI!

Dengan mengeluarkan waktu dan tenaga yang melebihi maksimal, para supporter pun tidak henti-hentinya menyerbu kantor PSSI di Senayan untuk menegakkan kebenaran. Akhirnya keinginan seluruh pecinta sepakbola di Negeri ini dapat terwujud dengan rasa tidak terhormat NH pun turun setelah semua elemen pecinta sepakbola di Negeri ini susah payah untuk menurunkan NH yang keras kepala ini, dan ketika itu pula secercah harapan dan mimpi kita akan prestasi sepakbola Negeri ini sudah di depan mata. PSSI langsung mengadakan kongres luar biasa, walaupun jalannya kongres ini juga penuh kekisruhan, aneh memang jika kita lihat PSSI ini, kinerja mereka selalu ribut terus makanya pantas saja jika para pemain sepakbola di Negeri ini selalu berkelahi di lapangan, mereka semua mengikuti kebiasaan PSSI, yah maklumlah namanya juga orang-orang tak bermoral masuk dalam kepengurusan, ah lupakan sajalah dan kubur dalam-dalam kebiasaan buruk mereka itu.

Djohar Arifin pun terpilih menggantikan NH melalui kongres luar biasa PSSI di Solo, dan kita semua pun berharap pada pemimpin baru ini akan membawa prestasi yang cukup bagus dan baik untuk sepakbola Negeri ini, semua harapan dan mimpi kita berada di pundak Djohar. Semua struktur kepengurusan pun dirombak total dengan muka baru, berakhirlah penderitaan sepakbola Negeri ini dari kedzaliman NH dan kawan-kawan.

Namun, semua mimpi kita sepertinya tidak bakal terwujud, malah kalau boleh jujur, SEPAKBOLA NEGERI INI AKAN HANCUR DIBAWAH PIMPINAN DJOHAR ARIFIN. Kita lihat saja bagaimana kinerja beliau, mulai dari mengganti coach Alfred Riedl, padahal seperti kita tahu selama ini, coach Riedl ini sangat bagus kerjanya, dia dapat memberikan warna dalam permainan timnas kita, tegas, dan selalu disiplin, namun tidak tahu kenapa orang dzalim baru ini dengan semena-mena memecat secara tidak hormat coach Riedl dengan alasan kontrak. Secara akal sehat kan bisa kita pikirkan, kalau memang Coach AR bagus kenapa tidak dilanjutkan saja kalau memecat karena hanya masalah kontrak, buktinya ketika Piala AFF kemarin, warga Indonesia sangat terhibur dengan permainan para pemain Timnas kita. Terbukti, kesalahan fatal yang dilakukan DA, Timnas Garuda saat ini terseok-seok dan rasa kekeluargaan diantara para pemain agak sedikit terganggu. Kalau seperti ini, mau siapa yang disalahkan?? Masa penonton yang menyalakan kembang api mau disalahin, itu kan semua dilakukan akibat kekecewaan kami atas kinerja PSS.

Selanjutnya, yang paling fatal dan benar-benar dzalim yang dilakukan PSSI jilid Djohar adalah secara tidak masuk akal sehat kita dalam memutuskan dan menyelesaikan masalah dualisme dalam Persija Jakarta, dengan bangganya PSSI menunjuk kubu HB (PT.Persija Jaya) sebagai administrator dan pengelola tim Persija Jakarta musim ini.

Padahal yang seperti kita tahu dan merupakan fakta adalah Bapak Ferri Paulus adalah Ketua Umum Persija yang terpilih dalam Rapat Umum Anggota Persija 30 Juli lalu sebagai pengelola Tim Persija Jakarta musim ini yang sah dan tidak bisa diganggu gugat dibawah naungan PT. Persija Jaya Jakarta. Coba kita bayangkan, suara 90 poin yang dimiliki FP bisa dikalahkan oleh HB yang hanya mendapatkan 11 poin suara dalam Rapat Umum Anggota Persija, jelas sudah diluar akal sehat manusia, PSSI bisa memutuskan hal seperti ini. Apa yang mereka pertimbangkan dalam memutuskan hal ini! Layaknya seperti sinetron saja, semua pemain bisa diatur sesuai keinginan mereka. Ya seperti inilah jika sepakbola sudah dicampur aduk dengan politik dan kepentigan pribadi, apapun bisa terjadi walaupun sangat tidak masuk akal.

Masalah peserta tim yang berlaga di ISL juga menjadi sorotan publik, masa tim yang sudah degradasi dan sudah berselingkuh dengan ISL bisa masuk secara cuma-Cuma seperti sedang buang air kecil di bawah pohon. Percuma saja selama ini semua tim ISL bersaing untuk bertahan di kompetisi tertinggi di Negeri ini, kalau pada akhirnya seperti ini, seperti anak kecil yang sedang bermain sepakbola di Playstation, dengan mudahnya memasukkan tim dengan 10 jari tangan tanpa ada yang didegradasi dan lebih lebih fatalnya lagi bila terjadi dan pasti peserta ISL ada 24 tim! Wow dahsyat dan terdengar agak banyak gila pengurus saat ini.

Bisa dibayangkan, ada berapa pertandingan yang akan dijalankan, ada berapa pertandingan dalam seminggu, berapa hari masa istirahat pemain kita untuk dapat bertahan di liga ini yang akan bertanding dengan waktu singkat dengan tujuan dari ujung barat hingga timur Negeri ini, akankah sanggup tim-tim membiayai semua ini, bagaimana jika ada salah satu tim yang bangkrut ditengah jalan akibat kompetisi panjang ini, dan yang paling penting adalah berapa tahun kompetisi ini akan berjalan, yang 18 tim musim lalu saja hampir setahun untuk bisa mendapat juara, dan masih banyak lagi sisi negatifnya kalau kita pikir panjang kedepan. Kita tunggu saja tanggal mainnya dari sinetron versi PSSI ini. Kami sebagai supporter sangat berharap kalau kedepannya PSSI bisa memutuskan suaatu permasalahan secara akal sehat dan kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan politik.

KAMI AKAN SELALU MENERIAKKAN BAHWA “REVOLUSI BELUM BERHENTI” HINGGA TEGAKNYA KEBENARAN DALAM SEPAKBOLA NEGERI INI. JANGAN HANCURKAN PERSIJA KAMI, PERSIJA ADALAH KAMI !!! .

Diam lalu tertindas dan terus ditindas atau berpikir lalu bergerak dan beraksi untuk bangkit melawan ketidakadilan ini ???

REVOLUSI BELUM BERHENTI!!!
( OREN DEPSOS )
sumber : jakmania.org